PROGRAM KEMITRAAN BAGI KELOMPOK GURU DAN SISWA SEKOLAH DASAR BERBASIS INKLUSI DI SDN BEDALI 05 DAN MADARASAH IBTIDAIYAH TERPADU AR-ROIHAN LAWANG MALANG

Zakaria, Amin and Nurmayunita, Heny and Ristanto, Riki (2018) PROGRAM KEMITRAAN BAGI KELOMPOK GURU DAN SISWA SEKOLAH DASAR BERBASIS INKLUSI DI SDN BEDALI 05 DAN MADARASAH IBTIDAIYAH TERPADU AR-ROIHAN LAWANG MALANG. Technical Report. Poltekkes RS dr. Soepraoen, Malang. (Unpublished)

[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (457kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (601kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (137kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (137kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (141kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (160kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 6.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 7 dan Referensi.pdf

Download (246kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Lampiran.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan pokok sebagai salah satu bentuk layanan pendidikan bagi siswa. Guru atau pendidik selaku pengganti orang tua siswa, bertanggungjawab terhadap kebutuhan anak didiknya disekolah, sekaligus sebagai penjamin keselamatan peserta didik ketika berada disekolah. Para guru harus menyadari karakteristik fisik, emosi, perilaku masing – masing siswa yang dapat menimbulkan kondisi kegawatdaruratan serta waspada terhadap faktor-faktor lingkungan yang mengancam keamanan anak (Soetjiningsih, 2008). Di sekolah inklusi yang memberikan kesempatan bagi semua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) belajar secara bersama-sama dengan Anak Tidak Berkebutuhan Khusus (ATBK) atau normal. Penyelenggaraan sekolah ABK+ATBK memiliki resiko lebih tinggi terjadi masalah kesehatan dibandingkan dengan sekolah yang hanya menangani siswa normal atau ATBK. Sehingga sekolah dengan siswa ABK+ATBK dibutuhkan pengetahuan, kemauan, keterampilan yang lebih bagi para guru/pendidik untuk mampu memberikan pertolongan pertama pada kondisi cedera dan kegawadaruratan disekolah. SDN Bedali 05 dan MIT Ar-Roihan Lawang adalah sekolah yang menerapkan program pendidikan sekolah berbasis inklusi. Dalam pelaksanaan pembelajaran, sekolah harus menyediakan sistem layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan ATBK dan ABK melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya (pelayanan UKS). UKS yang ada pada kedua mitra belum memadai, baik aspek SDM UKS, sarana prasarana, program dan kegiatannya. Beragamnya sarana bermain dan belajar nyatanya belum dilengkapi dengan jaminan keselamatan yang memadai. Para guru atau pendidik belum sepenuhnya memiliki pengetahuan, kemauan, serta ketrampilan yang cukup jika sewaktu-waktu terjadi cedera dan kondisi kegawatdaruratan disekolah. Belum ada fasilitas untuk menjadi sumber belajar secara berkelanjutan bagi pengelola UKS dalam mengembangkan kemampuan untuk mengelola UKS berbasis inklusi, dan pertolongan pertama cedera dan kondisi kegawatdaruratan siswa disekolah. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kemauan dan ketrampilan mitra tentang managemen dan pengelolaan UKS berbasis inklusi, penanganan pertama pada cedera dan kegawatdaruratan diSDN Bedali 05 dan MIT Ar- Roihan Lawang. Target luaran yang dicapai berupa jasa dan produk, jasa yang dimaksud adalah pemberian pelatihan serta pendampingan tentang manajemen dan pengelolaan UKS berbasis inklusi, penanganan pertama pada cedera dan kondisi kegawatdaruratan disekolah. Sedangkan Produk yang dihasilkan berupa modul sebagai sarana belajar mandiri bagi guru dan siswa untuk lebih menguasai tentang managemen dan pengelolaan UKS berbasis inklusi, penanganan sakit dan cedera sekolah, pertolongan kondisi kegawatdaruratan. Produk berikutnya adalah poster protap (sistem pelayanan UKS, protap pertolongan pertama pada cedera, dan kegawatdaruratan disekolah). Draft Buku Ber-ISBN tentang Penanganan cedera disekolah, Publikasi jurnal online nasional, Publikasi media cetak jawa poas koran radar malang terbit pada tanggal 3 Mei 2018 hal. 12, memambahan jenis dan jumlah sarana prasarana UKS dan Tim Tanggap Darurat penanganan cedera dan kegawatdaruratan disekolah. 21 Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan, pendampingan, pengadaan obat – obatan peralatan UKS bagi mitra dan penyiapan lingkungan. Melalui metode tersebut, tim pengabdian mampu mencapai target dengan maksimal, dengan harapan kegiatan ini akan menginspirasi dan menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain yang sejenis. Mengingat muatan manajemen penanganan penanganan bahaya kesehatan terutama pada siswa yang berketutuhan khusus ini belum pernah digunakan di lembaga-lembaga pendidikan dasar dan madrasah berbasis inklusi sejenisnya terutama di wilayah Jawa Timur. Key Words: Sekolah Dasar, Inklusi, UKS, Penangan Cedera, dan Kegawatdaruratan.

Item Type: Monograph (Technical Report)
Uncontrolled Keywords: Sekolah Dasar, Inklusi, UKS, Penangan Cedera, dan Kegawatdaruratan
Divisions: Nursing Study Program
Depositing User: Yacobus Sudaryono
Date Deposited: 02 Sep 2020 02:21
Last Modified: 24 Aug 2023 05:40
URI: http://repository.itsk-soepraoen.ac.id/id/eprint/496

Actions (login required)

View Item View Item